Indosat Berjaya, Indonesia Merana

Berita yang mengerutkan kening kita bahwa PT Indosat Tbk (ISAT) pada triwulan I 2008 mencatat laba bersih Rp 613,9 miliar, tumbuh 26,9 persen dibanding triwulan I 2007 sebesar Rp 483,9 miliar.   “Pertumbuhan terutama didorong keberhasilan perusahaan menambah pelanggan baru seluler sebanyak 1,9 juta nomor, di tengah kompetisi antar operator dalam menurunkan tarif,” kata Presiden Direktur Indosat, Johnny Swandi Sjam, pada redaktur kompas. Perusahaan juga berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 13,1 persen, dari Rp 3,774 triliun menjadi Rp 4,269 triliun. jika dibandingkan dengan awal pembelian indosat  dari indonesia pada beberapa tahun yang lalu, indosat dapat menggandakan investasi kekayaan 2 kali lipat. Kontribusi pendapatan usaha dari layanan seluler merupakan yang tertinggi atau sebesar 75 persen terhadap todal pendapatan perusahaan, disusul pendapatan data tetap (multimedia, komunikasi data dan internet/MIDI) sebesar 15 persen, dan pendapatan telepon tetap sebesar 10 persen. Selama 2008, perseroan mengalokasikan belanja barang modal (capex) sebesar 1,2 miliar doLlar AS, sekitar 83 persen di antaranya untuk pembangunan jaringan seluler. “Hingga akhir Maret 2008 jumlah menara radio pemancar (base transceiver station/BTS) mencapai 11.667 unit BTS meningkat dari sebelumnya 10.760 BTS. Hingga akhir tahun jumlah BTS yang akan dibangun sekitar 1.000,” kata Johnny.

Ironis sekali ketika Indosat benar-benar mempunyai keuntungan besar justru indonesia ingin kembali memilikinya dengan membeli saham mereka. Tapi beginilah nasib negara yang suka mencari enak dari pada susahnya, Sebaliknya pihak Indosat sekarang Enggan menjual Saham mereka kepada Indonesia Dari pada membayar kepada pemerintah Indonesia, Temasek Holding Pte Ltd, memilih untuk menjual kepemilikan sahamnya di Indosat Tbk.  Pada Jumat (6/6) lalu, 40,8 persen saham Indosat Tbk milik Asia Mobile Holding Pte Ltd (AMH) diakuisisi Qatar Telecom (Qtel) senilai 2,4 miliar dollar Singapura atau 1,8 miliar dollar AS (Rp 16,8 triliun dengan kurs Rp 9.300).  melihat kondisi ekonomi indonesia sekarang yang sedang terengah-engah karena kenaikan minyak dunia, inflansi negara, dan defisit APBN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s