Arsip Kategori: Hikmah

Hati yang Santun

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah  telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushshilat [41]: 34)

Pada suatu malam khalifah Umar bin Abdul Aziz melakukan ronda di kawasan Damaskus. Ia ditemani seorang polisi. Keduanya masuk sebuah masjid yang kebetulan lampunya padam. Kondisi masjid itu gelap gulita. Lanjutkan membaca Hati yang Santun

Iklan

Empat Kiat Agar Dicintai Allah SWT

cintaallahKata ‘cinta’ hampir bisa ditulis dan di ucapkan oleh seluruh manusia, tanpa kecuali. Itulah keajaiban dan kedahsyatan cinta. Namun, yang paling penting adalah bagaimana cinta yang sejati dan sesungguhnya dapat kita miliki?
Tentunya, cinta yang dimaksud adalah kasih sayang Allah ‘azza wajalla yang diraih melalui multikreativitas atau amal nyata hamba- Nya. Lanjutkan membaca Empat Kiat Agar Dicintai Allah SWT

Komitmen-Komitmen Nilai Muhammadiyah

Tema ini (Komitmen dan Etika Gerakan Muhammadiyah) bukan hal baru bagi kita, sifatnya lebih kepada pemahaman dan penghayatan kembali tentang nilai-nilai ideologis. Dalam sa.mbutan MPK tadi dikatakan betapa pentingnya nilai-nilai/values yang mengkristal menjadi budaya bagi sebuah organisasi. Nilai dan budaya ini menjadi faktor determinan, penentu bagi perjalanan sebuah organisasi. Lanjutkan membaca Komitmen-Komitmen Nilai Muhammadiyah

Pendidikan di Singapura, Ditata seperti Sebuah Orkestra

APA yang diharapkan warga dari sebuah sistem pendidikan? Bagi orang awam sekalipun pasti tahu bahwa yang dibutuhkan adalah setidaknya kurikulum yang baik, pengajar yang enak, fasilitas memadai, dan biaya murah, jika bisa. Lalu selebihnya mungkin adalah lingkungan yang kondusif, daya saing yang tinggi, serta segala aspek lain yang ada di luar ruang sekolah. Lanjutkan membaca Pendidikan di Singapura, Ditata seperti Sebuah Orkestra

Pendidikan di India: Pusat Keunggulan Menuju Negara Maju

“Berpikir adalah kemajuan. Tidak berpikir merupakan stagnasi bagi individu, organisasi, dan negara. Berpikir mengarahkan pada tindakan. Pengetahuan tanpa tindakan tidak ada gunanya dan tidak relevan. Pengetahuan dengan tindakan mengubah kesengsaraan menjadi kesejahteraan.” Dr Abdul Kalam, Pakar Aeronautika yang Presiden India. Lanjutkan membaca Pendidikan di India: Pusat Keunggulan Menuju Negara Maju

BELAJAR DARI KELEDAI

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur.Hewan iu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Lanjutkan membaca BELAJAR DARI KELEDAI